Showing posts with label 2009. Show all posts
Showing posts with label 2009. Show all posts

Tuesday, December 15, 2009

Titah KDYMM di Bali Democracy Forum 2009


Photos (c) Infofoto 2009

Titah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam di Forum Demokrasi Bali, Republik Indonesia pada 23 Zulhijah 1430 / 10 Disember 2009

President Bambang Yudhoyono,
Distinguished Colleagues,
Ladies and Gentlemen.

I would like to thank you very much indeed, Mr. President, for your kind invitation to join you again this year.

In Brunei Darussalam, we greatly appreciate the respect it accords to our country and it is an honour and a pleasure to be here in Bali again.

May I also add my warm greetings to our co-chairman, Prime Minister Hatoyama and express my appreciation for Japan’s great contribution to lasting friendship and goodwill throughout our region.

The forum is only a year old. But I think it is starting to offer very special in regional and even international affairs. Our gathering here is very special. As you said last year, Mr. President, we have a chance to come together on behalf of our people not to debate, dictate or negotiate but to share our feelings and experiences as companions in the world we share. In this spirit, I thank all our friends from this region and beyond. Their presence here inspires us. Their words and thoughts unite us in common purpose.

Mr. President,

Our regional association, ASEAN, has ten members and ten very different systems of government. This is the result of many things. There is the history and geography of our region and the influence of events and forces from outside our region. There is the structure of our societies. And most importantly, there are our customs, faiths and traditions. All these, of course, have been well explained by historians, political and scientists and economists. But, at the end of it all, one simple fact remains. We are what history has made us.

In that sense, our efforts in Brunei today are directed far less at the past than at the increasingly urgent present. This is a task that is both exciting and disturbing. It is exciting because of the bright new future that we could be opening up.

It is disturbing because there are also challenges that are neither clear nor bright. They are dark. They are dim. They are felt rather than known. They challenge our traditional way of life, our religious life, our family life, our community life, our social relations. They are felt by our people who often worry about the impact of the internet, the television and the influence of new ideas and new values. It can all lead to fear for security, whether it be economic, personal, financial or environmental.

In the face of all this, we believe that our generation of leadership in all walks of life has one overriding responsibility. That is to give our people confidence and trust. Here, I mean the confidence that their most cherished values are not under treat. The confidence that the absolutes that shape their family and community lives will not disappear.

The confidence that respect, faith, social stability and goodwill towards each other are enduring. And by trust, I mean the trust that their government will not allow the modern world to destroy all this and the trust that they will be well-prepared, educated and equipped to see globalization as something to be embraced and welcomed.

That broadly represents our approach to the Brunei we see emerging today. Just as the world around us is changing at an astonishing pace, so is our society and so are our people. There is a lesson from this, Mr. President. It is made clear almost every day. It tells us that we, ourselves, must become like good teachers. We must listen as well as instruct. We must be constantly assessing and re-assessing.

This, Mr. President, is why our regional association is so important to us. It is central to our efforts to adjust to the new world of the 21st century, Mr. President and its often severe demands. We have a crucial target for a level of regional integration never thought possible twenty years ago. This is now only five years away.

It demands that we work together. It demands that we listen to each other. It tells us that we have to speak the language of our farmers, planters and fishermen, our businessmen and women, our community leaders and our young people. In other words, we must be alongside those who are watching the modern world from deep inside it and are wondering whether they will be buried under its weight.

Those are our thoughts in Brunei, Mr. President. We still have great pride in our history, our traditions and our way of life. It is our inheritance and we cherish it. But just as we inherited our own past, so will our children and grandchildren inherits theirs.

And we are increasingly aware that this is our immediate responsibility. The past is what it is. The future will be the same. Only the present is changeable. That is what we are now engaged in. Its official names are ‘education’, ‘health care’, ‘food security’, ‘economic diversification’ and so on. But, in spirit, we believe it is the essence of the political values that we are privileged to share at this forum.

So, I thank you once again, Mr. President, for the kindness and hospitality so generously given by your government and people.

Thank you.

Source: Press Room, Information Department

Titah KDYMM sempena Hari Raya Aidiladha 1430H / 2009M

Photo (c) Infofoto 2009

Titah Perutusan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam Sempena Hari Raya Aidiladha Tahun 1430 Hijriah / 2009 Masihi pada 27 November 2009.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir Rahmanir Rahim

Alhamdulillahi Rabbil'alameen, Wabihee Nasta'eenu 'Alaa Umuriddunyaa Waddeen, Wassalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Mursaleen, Sayyidina Muhammadin, Wa'alaa Aalihee Wasahbihee Ajma'een, Waba'du.

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Walillahilhamd

Aidiladha datang lagi. Setinggi-tinggi syukur kita rafakan ke hadrat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah mengurniakan rahmat-Nya menemukan kita lagi dengan hari yang mulia ini.

Hari ini, seluruh umat Islam menyambutnya dengan riang gembira.

Di masjid-masjid atau di tanah-tanah lapang di seluruh dunia, sedang menyaksikan kegembiraan dan kemeriahan itu. Mereka berkumpul beramai-ramai untuk sama- sama bergembira dengan melakukan Sembahyang Sunat Aidiladha.

Apakah yang lebih membahagiakan lagi dari suasana seperti ini?

Bagi dada-dada yang penuh dengan iman, akan lebih merasakan lagi perkara tersebut, kerana iman itu adalah suluh hati. Orang yang hatinya bersuluh dengan iman, adalah orang yang dapat melihat, betapa indahnya Islam itu.

Agama Islam agama silaturahim, agama ramah mesra, agama muafakat. Islam tidak mengajar umatnya mementingkan diri, tetapi sebaliknya menyuruh, untuk komited dengan masyarakat.

Inilah ajaran Islam. Ia tergambar dalam sistem peribadatannya. Lihat sajalah kepada ibadat sembahyang, yang sangat-sangat digalakkan berjemaah, sehingga dijanjikan dengan pahala berlipat ganda, berbanding dengan sembahyang bersendirian.

Sekali dalam seminggu, diwajibkan pula berkumpul untuk Sembahyang Jumaat, sementara dua kali dalam setahun, digalakkan beramai-ramai untuk melakukan Sembahyang Sunat Aidilfitri dan Aidiladha.

Kemuncak dari perkumpulan paling besar pula, dilakukan di Mekah Al-Mukarramah pada Musim Haji.

Ini semua, adalah isyarat-isyarat jelas, betapa Islam itu menggalakkan pertemuan - pertemuan mesra di antara umatnya, bukan pertemuan-pertemuan kosong yang sia-sia, tetapi bertemu sambil beribadat kepada Allah Ta’ala.

Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
Walillahilhamd

Melihat indahnya Islam itulah, menjadikan kita bertambah-tambah sayang kepadanya. Melihat ajaran-ajarannya yang sempurna itulah, membawa kita lebih bersemangat dan lebih ghairah lagi untuk melihatnya berkembang dan terus maju.

Semua pihak dari kalangan orang Islam tidak boleh berkecuali dalam memajukan Islam. Semua kita adalah sama-sama berkewajipan untuk berbuat yang demikian itu.

Dalam dunia yang penuh dengan pancaroba ini, bermacam-macam rancangan untuk melemahkan Islam, di antaranya yang paling merbahaya sekali ialah, berupa fitnah-fitnah terhadapnya dan juga terhadap dan juga terhadap orang-orang Islam sendiri.

Kita hanya mampu, untuk meminta supaya berhenti, tetapi mengharapkan orang berhenti adalah mustahil, berdasarkan, usia agama Islam yang dibawa oleh Sayidina Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah menjangkau lebih dari 1,400 tahun, namun hingga sekarang, fitnah-fitnah itu terus saja mekar dalam bentuknya yang bermacam-macam.

Di saat baik dan bulan baik ini, marilah kita samasama berdoa, semoga Allah terus memelihara agama-Nya dan memelihara kita semua hingga ke akhir hayat, berada di dalam selamat dan sejahtera dan terhindar daripada sebarang fitnah dunia Akhirat. Amin.

Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
Walillahilhamd

Akhirnya, beta dan keluarga beta, dengan ingatan penuh muhibah, sukacita mengucapkan Selamat Hari Raya Aidiladha Al- Mubarak kepada semua lapisan rakyat dan penduduk yang beragama Islam, di mana saja mereka berada. Tidak lupa juga kepada mereka yang sedang berada di Tanah Suci Mekah pada ketika ini. Semoga Allah memberikan kita semua kebahagiaan berupa perlindungan, kesihatan dan kemakmuran. Amin.

Sekian, Wabillahit Taufeq Walhidayah, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Source: Press Room, Information Department

Saturday, November 7, 2009

Titah KDYMM di Majlis Sambutan Hari Guru ke-19

Titah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam sempena Majlis Sambutan Hari Guru Ke-19 bagi tahun 1430 Hijrah / 2009 Masihi pada hari Khamis 17 Zulkaedah 1430 / 5 November 2009

(c) Infofoto, Information Department

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir Rahmanir Rahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alameen, Wabihie Nasta’eenu ‘Alaa Umuriddunya Waddeen, Wassalatu Wassalamu ‘Alaa Asyrafil Mursaleen, Sayyidina Muhamaddin Wa’alaa Alihie Wasahbihie Ajma’een, Waba’du.

Marilah kita sama-sama bersyukur kerana dapat berkumpul pada pagi ini untuk meraikan Sambutan Hari Guru Negara Brunei Darussalam yang ke-19.

Pada kesempatan ini, beta mengucapkan Selamat Hari Guru kepada seluruh warga guru di negara ini.

Tema pada tahun ini berbunyi: ‘Guru Berkualiti Teras Kecemerlangan Pendidikan’.

Guru berkualiti memanglah diperlukan untuk mendididk dan memperkaya para pelajar dengan ilmu serta kemahiran melalui cara-cara penyampaian yang menarik lagi berkesan.

Guru adalah ejen yang melahirkan insan-insan inovatif yang mempunyai daya fikir yang hebat lagi tinggi serta serba boleh. Guru seperti inilah yang kita harapkan untuk membawa perubahan sehingga tercapainya Wawasan Negara 2035.

Guru seperti inilah yang kita perlukan untuk menghadapi dunia yang banyak berubah dan akan terus berubah. Guru pada hari ini adalah digital immigrants, manakala para pelajar pula adalah digital natives. Dalam makna, guru-guru itu perlulah bekerja lebih keras serta mendepani segala perkembangan.

Seterusnya, guru-guru perlu sampai kepada satu standard yang diperlukan. Sudah tiba masanya kita mempunyai standard guru, yang boleh dijadikan penyukat selaku guru berkualiti, sebagaimana jua negara-negara maju yang lain memilikinya.

Hari ini, negara-negara maju dan membangun di seluruh dunia sentiasa memikirkan cara-cara terbaik untuk sistem pendidikan mereka, dan majoriti negara-negara tersebut telah membuat reformasi pendidikan masing-masing.

Alhamdulillah, kita juga sedang di landasan yang sama apabila kita membuat anjakan paradigma dalam sistem pendidikan kita. Sebagai sebuah negara walaupun kecil, kita juga tidak boleh mengasingkan diri daripada terlibat dalam arus perubahan yang menuju ke arah kemajuan itu. Sebaliknya kita perlu terus memfokuskan perhatian dan usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, serta mengorak langkah untuk menjadikannya realiti, kerana masa tidak akan menunggu kita.

Walau bagaimanapun, dalam kepantasan dan keghairahan kita mengejar kemajuan, beta ingin berpesan supaya segala perancangan dan perlaksanaan pendidikan itu, kita hendaknya tidaklah akan tergelincir dari tunggak kekuatan kita, iaitu falsafah Melayu Islam Beraja. Elemen-elemen yang terkandung dalam falsafah ini amatlah penting dipelihara sebagai paksi kita mempersiapkan generasi berilmu, beriman dan bertaqwa.

Semua ini, pada hemat beta, di samping ia tertakluk kepada sistem pendidikan yang betul, peranan guru juga adalah paling utama. Jika ini diabaikan, maka sukarlah untuk kita mencapai sasaran-sasaran negara secara optima. Oleh itu, usaha-usaha ke arah menyediakan guru-guru yang berkualiti adalah langkah tepat dan wajar.

Menyentuh kualiti keseluruhan pendidikan negara, alhamdulillah, beta telah menyaksikan negara kita mencapai satu kedudukan yang sangat baik di arena antarabangsa.

Pada misalnya, kejayaan negara melaksanakan tanggungjawabnya bagi memberikan Pendidikan Untuk Semua atau Education For All (EFA). Di dalam EFA GLOBAL MONITORING REPORT 2009, yang dikeluarkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO), menunjukkan bahawa Negara Brunei Darussalam berada dalam kelompok negara yang mencapai High EFA Development Index (EDI), dan berada di kedudukan teratas di antara negara-negara ASEAN, dan di tempat yang ke-36 daripada 129 negara di dunia.

Kejayaan kita dalam melaksanakan EFA di negara ini telah memastikan penduduk negara menjadi penduduk yang berpendidikan. Ini, membawa negara berada di kelompok negara yang mempunyai Very High Human Development bersama-sama dengan negara-negara maju, seperti Jepun dan Amerika Syarikat. Kenyataan ini dimuatkan dalam Human Development Report 2009, yang disediakan oleh United Nations Development Programme (UNDP), dan negara kita berada di tempat ke-30 di antara 182 buah negara di dunia.

Kejayaan-kejayaan tersebut bukanlah hasil usaha satu pihak sahaja, malah usaha semua pihak daripada kita, dan yang pastinya, sebahagian daripada pihak tersebut ialah para guru sekalian.

Akhirnya, kepada penerima-penerima Anugerah Hari Guru pada tahun ini, beta mengucapkan setinggi-tinggi tahniah. Kita berharap anugerah ini akan memberi motivasi dan sumber ilham kepada semua warga guru, bagi meningkatkan lagi kecemerlangan pendidikan, dan semoga para guru akan mendapat keredaan Allah Subhanahu Wataala jua hendaknya.

Sekian, Wabillahit Taufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Source: Press Room)

Saturday, October 10, 2009

Titah KDYMM sempena Majlis Penyerahan Dokumen Agihan Baki Wang Zakat

Titah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam sempena Majlis Penyerahan Dokumen Agihan Baki Wang Zakat Kepada Asnaf Fakir Miskin dan Al-Gharimin pada Hari Rabu, 17 Syawal 1430 / 7 Oktober 2009

(c) Infofoto, Information Department

TITAH KEBAWAH DULI YANG MAHA MULIA PADUKA SERI BAGINDA SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH MU’IZZADDIN WADDAULAH, SULTAN DAN YANG DI-PERTUAN NEGARA BRUNEI DARUSSALAMSEMPENA MAJLIS PENYERAHAN DOKUMEN AGIHAN BAKI WANG ZAKAT KEPADA ASNAF FAKIR MISKIN DAN AL-GHARIMINPADA HARI RABU, 17 SYAWAL 1430/7 OKTOBER 2009 BERTEMPAT DI PUSAT PERSIDANGAN ANTARABANGSA, BERAKAS



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir Rahmanir Rahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alameen, Wabihie Nasta’eenu ‘Alaa Umuriddunya Waddeen. Wassalatu Wassalamu ‘Alaa Asyrafil Mursaleen. Sayyidina Muhammadin Wa’alaa Alihie Wasahbihie Ajma’een. Waba’du.
Beta sangatlah bersyukur di atas berlangsungnya Majlis Penyerahan Dokumen Agihan Baki Wang Zakat Kepada Asnaf Fakir Miskin dan Al-Gharimin pada hari ini.

Beta melihat, majlis ini bukan sahaja indah pada tujuannya, malahan juga merupakan satu ‘sejarah’ penting lagi penuh bermakna kepada kita semua dan kepada negara.

Pada hari ini, lembaran sejarah negara sedang ditulis dengan tinta emas, bahawa kita sekarang sedang bergerak ke arah pembebasan diri dari kemiskinan.

Ini bukanlah satu kemujuran, tetapi perancangan dengan memerah otak, serta juga ditambah lagi dengan keyakinan, bahawa kita adalah mampu untuk berbuat demikian.

Beta berpendapat, sekiranya apa yang akan dilaksanakan sebentar lagi benar-benar menepati senarai rasmi Asnaf Fakir Miskin, maka apabila beta telah menyempurnakan penyerahan dokumen agihan baki wang zakat kepada mereka itu, maka negara, dari saat tersebut adalah wajar untuk dilabel sebagai bebas dari kemiskinan.

Alhamdulillah, marilah kita sama-sama mengiktirafnya sebagai satu kenyataan dan bukan impian. Allah Taala mengetahui niat kita, dan begitu juga dengan kehendak-Nya, akan menyampaikan niat kita itu, lebih dari apa yang diduga.

Kalau ada individu-individu yang masih tercicir, sedang mereka menganggap diri mereka juga berhak, maka perkara itu perlulah dirujukkan kepada pihak berkenaan untuk diteliti. Pihak yang berkenaan akan melihat sama ada mereka menepati kategori fakir miskin ataupun sebaliknya.

Jika masih ada selepas majlis ini dakwa-dakwi oleh individu-individu seperti di atas, maka itu adalah perkara biasa, dan tidaklah akan jadi dakwat hitam untuk memadamkan sejarah baru yang sedang kita tempuh ini.

Dalam pada itu, pihak berkuasa yang menangani kutipan dan agihan zakat, hendaklah bersikap lebih peka dan proaktif dalam memantau dan menilai keadaan masyarakat yang dianggap berhak kepada zakat.

Bukanlah setakat menunggu pemohon-pemohon datang, kerana bukan semua orang mampu untuk datang, atau setengahnya itu mungkin sahaja tidak tahu siapa dan di mana hendak dituju.

Ini, tentulah akan turut pula mencabar peranan dan kepimpinan para pemimpin masyarakat, seperti Ahli-ahli Yang Berhormat yang dilantik, Penghulu-penghulu dan Ketua-ketua Kampung.

Kepada mereka yang dipantau dan dinilai pula, sama ada yang datang sendiri memohon ataupun bukan, perlulah mematuhi dan menerima setiap penilaian oleh pihak yang berwajib, kerana penilaian yang dibuat itu adalah berasaskan kepada sukat-sukat atau garis panduan yang sempurna.

Kepada bakal-bakal penerima Dokumen Agihan Baki Wang Zakat yang berjumlah lebih 4,000 orang pula, diharapkan akan memanfaatkan bahagian mereka masing-masing dengan bijaksana dan berhemah, dengan mengelakkan gaya hidup boros atau membazir.

Bahagian masing-masing itu boleh membantu mereka untuk mengatur kehidupan yang lebih baik lagi selesa.

Mereka sekarang bukan lagi di bawah label fakir miskin, sekurang-kurangnya untuk beberapa tempoh tertentu.

Dan tidaklah mustahil, dari jumlah seramai itu, akan ada juga mereka yang tidak mahu lagi untuk berpaling ke belakang, tetapi dengan azam kuat serta disertai dengan ikhtiar-ikhtiar bijaksana, akan terus bertahan di bawah label ‘tidak lagi memerlukan agihan zakat’.

Akhir kalam, marilah kita sama-sama merafakkan syukur serta doa ke hadrat Allah Subhanahu Wataala, semoga kita dan negara sentiasa berada dalam pemeliharaan-Nya, hidup dalam aman, selamat dan makmur, berhias dengan keimanan dan ketaqwaan buat selama-lamanya.

Sekian, Wabillahit Taufiq Walhidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Source: Press Room, Information Department
-------
Link: News on official website of Kementerian Hal Ehwal Ugama

Titah KDYMM sempena Hari Raya Aidilfitri 1430H/2009M

Titah Perutusan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hssanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam sempena Hari Raya Aidilfitri Tahun 1430 Hijrah/2009 Masihi

Photo (c) Infofoto 2009


TITAH PERUTUSANKEBAWAH DULI YANG MAHA MULIA PADUKA SERI BAGINDA SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH MU’IZZADDIN WADDAULAH, SULTAN DAN YANG DI-PERTUAN NEGARA BRUNEI DARUSSALAMSEMPENAHARI RAYA AIDILFITRI TAHUN 1430 HIJRAH/2009 MASIHI


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir Rahmanir Rahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alameen Wabihie Nasta’eenu ‘Alaa Umuriddunya Waddeen, Wassalatu Wassalamu ‘Alaa Asyarafil Mursaleen, Sayyidina Muhammadin Wa’alaa Alihie Wasahbihie Ajma’een, Waba’du.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillailhamd.

Apa pun keadaan dan suasana yang ada, Syawal tetap kita rayakan. Kita sambut ia dengan takbir dan tahmid. Takbir dan tahmid adalah ucapan kemenangan.

Tidak ada yang lebih hebat dari takbir dan tahmid. Takbir membesarkan Allah, sementara tahmid memuji keagungan-Nya.

Walaupun pada tahun ini, sambutan Hari Raya ditakdirkan berbeza dari tahun-tahun yang lalu, namun semangatnya tetap tidak pudar, malah terus hidup dan subur di sanubari setiap individu.

Tempat-tempat ibadat akan terus meriah di pagi Hari Raya, sebagaimana lazimnya. Umat Islam tua muda, dengan keimanan di dada, akan melakukan Sembahyang Sunat Aidilfitri di masjid-masjid dan surau-surau.

Inilah dia puncak kemeriahan dan keberkatan. Jika ini dapat dibuat dengan sempurna, maka itulah kepuasan yang sebenar-benarnya. Kita puas, kerana telah dijanjikan dengan ganjaran berupa pahala.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd.

Resam orang beriman pandai membawa diri. Jika terjumpa nikmat disambutnya dengan syukur. Kalau bertemu musibah diterimanya dengan sabar.

Apa pun keadaan, nikmat masih saja mengatasi segalanya. Khusus di sepanjang bulan Ramadan ini, ramai orang berkeadaan sihat sehingga mampu berpuasa, mampu membaca Al-Qur’an, mampu berterawih dan mampu qiamullail. Kemudian apabila menjelang Syawal, mampu pula ke masjid untuk Sembahyang Hari Raya.

Apakah ini bukan nikmat namanya? Sudah tentulah ia nikmat. Dan kita pun menjawatnya dengan syukur.

Di masa yang sama, kita juga hingga sekarang masih lagi berjaga-jaga terhadap musibah H1N1. Musibah ini jelas merupakan satu ujian kepada kita. Lalu kita pun menerimanya dengan sabar.Kesabaran kita tidak kosong, tetapi berpaksikan ikhtiar. Kita menanganinya dengan pelbagai cara: Dengan doa, dengan Qunut Nazilah dan dengan Sembahyang Hajat, di samping juga, tidak mengabaikan nasihat-nasihat Kementerian Kesihatan.

Orang ramai juga boleh menyumbang mengurangkan risiko, dengan memahami langkah-langkah pencegahan yang mudah, iaitu dengan mengelakkan diri daripada mana-mana individu yang mempunyai simptom influenza-like illness serta menjauhi kawasan-kawasan sesak yang tidak perlu. Atau jika mustahak juga, orang akan memakai penutup mulut dan hidung.

Inilah mustahaknya ikhtiar itu. Malah ugama kita juga menyuruh berikhtiar.

Maka berlandaskan inilah, beta sendiri mengambil langkah ke hadapan untuk tidak membuka Istana pada tahun ini kepada rakyat dan penduduk, bagi membolehkan mereka berziarah kepada beta dan ahli kerabat, demi semata-mata sebagai satu ikhtiar jua, ke arah melindungi kepentingan dan keselamatan orang awam daripada risiko jangkitan wabak H1N1.

Walaupun setakat ini alhamdulillah, kita berada di tahap yang baik, namun sampai sekarang, belum ada lagi pihak-pihak yang berani menjamin bahawa keadaan sudah pun pulih, melainkan kegelisahan dan keraguan masih saja terdapat di mana-mana.

Kerana itu, beta berharap, pihak-pihak yang berkenaan janganlah lalai, apatah lagi berhenti, dari menyedarkan orang ramai dengan nasihat-nasihat pencegahan dan menghindarkan daripada wabak yang ditakuti ini.

Insya-Allah, dengan berkat doa dan munajat kita yang berterusan serta lain-lain usaha, Allah Subhanahu Wataala akan menyelamatkan kita dan negara.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd.

Dengan hati yang tulus ikhlas lagi jernih, beta dan keluarga beta dengan seakrab-akrabnya mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri Al-Mubarak kepada sekalian rakyat dan penduduk, khasnya mereka yang berugama Islam di mana saja mereka berada.

Semoga kita dengan izin Allah, akan bertemu pula di tahun mendatang, dengan penuh bahagia dan muhibah, serta negara dalam keadaan makmur dan selamat, bebas dari sebarang wabak dan malapetaka. Amin.

Sekian, Wabillahit Taufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wednesday, July 29, 2009

BRIDEX 2009 ticket sale


Tickets for public visitors are on sale from 1st July to 3rd August 2009 at B$5.00 per entry. You can get the tickets from the ticket sales counter at The Mall (1st floor), Seri Kenangan (Kiulap) and Brunei International Airport (31st July - 3rd Aug only).

Although BRIDEX is held from 12 - 15 August 2009, the exhibition will only open to public visitors on 14th Aug (Fri, 2pm to 5pm) and 15th Aug (Sat 9am to 5pm). According to the ticketing officers, Saturday show is more worth your money because you can spend one whole day there and stay back for lunch.

the new BRIDEX exhibition centre (image from www.bridex2009.com)

Public visitors are to park their vehicles at Jerudong Park Playground and shuttle buses will be provided to the BRIDEX 2009 Exhibition Centre. Personal transportation is not allowed.

For more info, click on their official website www.bridex2009.com

Friday, July 17, 2009

Titah KDYMM sempena Hari Keputeraan ke-63 tahun

Titah Perutusan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam bersempena Hari Keputeraan Baginda Yang Ke-63 Tahun.

Titah Perutusan

Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

Bersempena Hari Keputeraan Baginda Yang Ke-63 Tahun.

Photo (c) Infofoto 2009

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bismillahir Rahmanir Rahim

ALHAMDULILLAHI Rabbil ‘Alameen Wabihee Nasta’eenu ‘Alaa Umurid Dunyaa Waddeen, Wassalaatu Wassalaamu ‘Alaa Asyrafil Mursaleen, Sayyidina Muhammadin, Wa’alaa Aalihiee Wasahbihee Ajma’een, Waba’du.

Alhamdulillah, syukur ke hadrat Allah Subhanahu Wata’ala, di atas limpah rahmat-Nya mengizinkan kita sama-sama menyambut Hari Keputeraan beta yang ke-63 tahun.

Walaupun semua majlis, kecuali Majlis Membaca Doa Kesyukuran di masjid-masjid telah ditangguhkan, namun beta dapat merasakan, semangat 15 Julai adalah tetap hangat dan segar, sebagaimana juga biasanya pada setiap tahun.

Beta tidaklah lupa menghargai semangat ini dan mengucapkan rasa penghargaan yang amat tinggi kepada semua lapisan rakyat dan penduduk di atas dukungan mereka itu.

Beta juga dengan sukacita merakamkan penghargaan yang sama kepada semua pihak yang telah menghantar perutusan ucap selamat mereka kepada beta dan keluarga bersempena dengan sambutan ini.

Kita di Brunei, sayugia bersyukur, kerana negara terus menikmati suasana aman dan tenteram.

Ini hendaknya menjadikan kita lebih beriltizam lagi untuk meningkatkan usaha memelihara kesejahteraan dan keselamatan yang berterusan dengan izin Allah.

Walaupun kesan dari krisis kewangan global masih dirasakan oleh kebanyakan negara, tidak terkecuali juga negara kita sendiri, namun alhamdulillah, dalam keadaan yang demikian itu, ekonomi negara masih sahaja mampu bertahan, kerana adanya usaha-usaha kita yang konsisten dalam mengukuh dan mengembangkan asas ekonomi yang dilakukan dari sejak krisis kewangan pada tahun 1997 lagi.

Ini disokong oleh laporan positif IMF baru-baru ini yang menyatakan negara telah mengamalkan dasar makroekonomi yang mantap, serta pengurusan sumber-sumber minyak dan gas yang berkesan dan bijak.

Beta amatlah menghargai penglibatan semua pihak, khasnya mereka yang sama-sama menghulurkan bantuan, termasuk sumbangan tenaga dalam menangani pemulihan.

Dengan semangat ini, beta yakin, akan menambah lagi kebajikan dan keutuhan negara.

Selain kita telah mengalami ujian bencana alam, banjir dan tanah susur, negara juga sekarang turut dilanda pandemik Influenza A H1N1.

Sebagai bangsa yang bertauhid, kita tidak hanya menanganinya dengan cara biasa sahaja, malahan juga menambah dengan membaca doa, Qunut Nazilah dan Sembahyang Hajat.

Apa pun yang berlaku, negara insya-Allah, akan terus bergerak kepada pembangunan. Rancangan Kemajuan Negara, RKN 2007 - 2012 adalah merupakan satu pakej yang membolehkan ekonomi negara berkembang, infrastruktur dibina dan pembangunan sosial ditingkatkan.

Maka berbangkit dari itu, RKN 2007 - 2012 telah menyediakan 9.5 bilion ringgit Brunei untuk melaksanakan projek-projek pembangunan.

Melalui RKN, kerajaan mengambil langkah untuk mempelbagaikan lagi ekonomi negara.

Sebanyak 1.1 bilion ringgit Brunei disediakan untuk kemajuan perindustrian dan perdagangan. Tumpuan juga diberikan untuk memudahkan lagi kegiatan-kegiatan perindustrian serta untuk melahirkan pengusaha-pengusaha tempatan yang dinamik lagi progresif.

Manakala dalam sektor perniagaan, beta mengambil maklum bahawa usaha-usaha sedang dibuat oleh pihak-pihak tertentu kerajaan bagi memudah cara proses memulakan perniagaan yang lebih efisien serta setanding dengan 'standard' di negara-negara lain.

Baru-baru ini kerajaan beta telah meluluskan beberapa inisiatif, seperti ‘land strata title’, penurunan kadar yuran tawaran negara dan terus meneroka kemampuan teknologi infokomunikasi (ICT), bagi memudah dan memajukan lagi perindustrian dan perniagaan.

Sejak beberapa tahun lalu, beta telah menekankan betapa pentingnya meningkatkan tahap jaminan sekuriti makanan.

Maka sehubungan itu, baru-baru ini, telah pun dilancarkan satu inisiatif bagi mencapai tahap sara diri dalam pengeluaran beras kepada 20 peratus pada tahun 2010, dan 60 peratus menjelang tahun 2015.

Alhamdulillah, pada bulan April yang lalu, penanaman padi yang boleh dilakukan sekurang-kurangnya dua kali setahun dengan menggunakan padi berhasil tinggi, telah pun dimulakan.

Insya-Allah, rakyat akan mula berpeluang untuk menikmati hasilnya di musim menuai pada bulan depan nanti.

Seiring itu, lebih banyak kawasan baru akan ditawarkan kepada sektor swasta, dari dalam dan luar negara, bagi penanaman padi secara komersial, dan menjadikannya sebagai satu perusahaan yang ‘viable’.

Berhubung isu kemiskinan pula, kerajaan beta akan terus meningkatkan usaha sejajar dengan masa dan keadaan.

Sebagai contoh ialah pelaksanaan projek bantuan perumahan bagi golongan dha’if, fakir dan miskin.

Projek ini melibatkan usaha sama dan kerjasama beberapa agensi kerajaan, badan korporat dan orang ramai iaitu selaku penyumbang dana melalui penunaian kewajipan zakat.

Menyebut tentang zakat, beta masih menunggu apa yang dibuat oleh pihak berkenaan mengenai beberapa perkara yang telah beta timbulkan di dalam Persidangan Majlis Ugama Islam enam bulan yang lalu.

Salah satu dasar pengukuhan ekonomi ialah amalan jimat cermat dan budaya suka menabung. Kerajaan amatlah menggalakkan perkara ini. Kerana itu, beta berharap supaya institusi-institusi kewangan akan dapat menyediakan banyak lagi peluang dan cara, untuk orang ramai boleh menabung dengan pulangan yang baik.

Selain itu, undang-undang atau peraturan juga perlu diperkukuhkan bagi mengelakkan rakyat dari diperdayakan oleh kegiatan-kegiatan yang salah, seperti skim cepat kaya.

Di antara komitmen penting kerajaan beta untuk menjamin kemakmuran dan keselamatan rakyat, beta bersama dengan bekas Perdana Menteri Malaysia pada awal tahun ini, telah menandatangani ‘Exchange of Letters’ mengenai dengan penghadan sempadan laut negara ini dengan Malaysia.

Melalui persetujuan tersebut, Negara Brunei Darussalam akan mempunyai hak kedaulatan ke atas pentas benua dan 200 batu nautikal zon eksklusif ekonomi.

Beta percaya negara akan menikmati hasil, yang nantinya dapat diperolehi daripada eksploitasi ‘hydrocarbon’ dan sumber-sumber maritim yang lain.

Peluang-peluang bermanfaat akan terbuka luas termasuk pelaburan, perniagaan dan pekerjaan, terutama yang memerlukan kepakaran.

Dari sudut tenaga, Negara Brunei Darussalam patutlah bersyukur kerana menjadi pengeluar minyak dan gas. Namun begitu, kita tidaklah lalai dari memberikan perhatian, agar sumber tenaga itu digunakan secara efisien, sambil mengelak pembaziran.

Beta berpendapat, masanya juga sudah tiba untuk agensi-agensi kerajaan menggubal dasar dan mengemukakan langkah-langkah bagi mencapai matlamat penggunaan tenaga secara efisien dan mengelakkan pembaziran.

Misalnya, pada setiap tahun agensi-agensi kerajaan menggunakan kuasa elektrik sehingga $68 juta setahun.

Kalau pembaziran 10 peratus dapat dielakkan, bererti kita boleh menjimatkan sehingga $6.8 juta setahun.

Pendekatan negara-negara tertentu seperti Jepun, selaku pengguna tenaga yang sangat efisien, amatlah elok ditauladani.

Satu lagi isu ekonomi yang lumrah ialah pengangguran. Beta sungguh menghargai sumbangan syarikat-syarikat swasta yang turut memenuhi tanggungjawab mewujudkan peluang-peluang pekerjaan di negara ini.

Beta difahamkan, proses untuk mengisikan jawatan di sektor kerajaan - pada tahun lepas - telah mengambil masa di antara enam ke lapan bulan, sehingga menyebabkan kekosongan jawatan-jawatan baru dan persaraan meningkat kepada lima ribu jawatan.

Pada hemat beta, jika proses ini dapat dipendekkan, maka jumlah itu dengan sendirinya akan berkurangan, serta pemohonan-pemohonan tidaklah perlu menunggu begitu lama.

Mengenai kebajikan untuk tenaga manusia dalam perkhidmatan, kerajaan beta tidaklah memandang ringan terhadap hari-hari persaraan, terutamanya mereka yang berpendapatan rendah. Maka untuk itu, sukacita diumumkan, bahawa kerajaan beta akan memperkenalkan satu skim persaraan tambahan yang digelar "Skim Persaraan Caruman Tambahan" atau Supplemental Contributory Pension (SCP). Skim ini dihasratkan sebagai tambahan kepada Skim Tabung Amanah Pekerja (TAP) yang ada sekarang.

Dengan Skim ini, insya-Allah, para pesara yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, akan menerima pendapatan tetap minimum bulanan (annuity) sesudah mereka mencapai umur persaraan mandatori kelak. Skim (SCP) ini juga dilengkapkan dengan perlindungan ‘survivorship’ bagi menjamin tanggungan peserta, sekiranya mereka meninggal dunia sebelum persaraan mandatori.

Seperti Skim TAP, Skim SCP ini jua akan meliputi untuk semua rakyat dan penduduk tetap yang bekerja di sektor awam dan swasta. Malah juga akan dilaratkan kepada sektor informal.

Setiap peserta dan majikan, mereka masing-masing akan dimestikan secara undang-undang untuk membuat caruman bulanan yang ditentukan, dan sebahagian caruman pula akan digunakan sebagai bayaran sumbangan perlindungan, ‘survivorship’.

Bagaimanapun, untuk tidak membebankan pihak majikan, terutama syarikat-syarikat perniagaan, perkiraan jumlah caruman yang ditanggung oleh mereka, akan dihadkan kepada jumlah yang berpatutan.

Bagi peserta Skim TAP yang tidak sempat membuat caruman yang mencukupi sebelum bersara mandatori, juga akan menerima manfaat daripada Skim SCP ini. Untuk itu, beta telah pun memperkenankan supaya kerajaan memberikan bantuan tambahan kepada kumpulan ini dalam bentuk ‘catch-up’ atau caruman secara kebelakangan yang ditetapkan.

Insya-Allah, skim ini akan mula dikuatkuasakan pada 1 Januari 2010. Satu akta akan digubalkan bagi maksud pelaksanaannya.

Sehubungan itu, beta juga sukacita mengambil peluang mengisytiharkan bahawa mulai 1 Januari 2010, umur persaraan mandatori bagi rakyat dan penduduk tetap negara ini, yang menyertai Skim TAP dan SCP ialah genap 60 tahun.

Beralih kepada arena antarabangsa, kita akan terus-menerus mengeratkan hubungan dua hala dan kerjasama dengan negara-negara luar.

Keahlian Negara Brunei Darussalam dalam pertubuhan-pertubuhan serantau dan antarabangsa, merupakan usaha sama kita dalam mendukung komitmen-komitmen antarabangsa.

Kita juga memainkan peranan membina dalam hal ehwal keselamatan serantau mahupun antarabangsa, seperti penyertaan kita dalam misi-misi pengaman di Selatan Filipina, Lubnan dan Aceh, dan juga menghulurkan bantuan-bantuan kemanusiaan kepada pihak-pihak yang dilanda malapetaka bencana-bencana alam.

Selaras dengan kemampuan negara, penyertaan melalui misi-misi seperti ini akan sentiasa dipertimbangkan dari masa kesemasa.

Akhirnya, beta dengan tulus ikhlas ingin mengambil kesempatan merakamkan setinggi-tinggi penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan rakyat dan penduduk, meliputi warga Perkhidmatan Awam, pasukan-pasukan keselamatan dan mereka yang berkhidmat di sektor swasta, atas sokongan dan sumbangan serta khidmat bakti mereka kepada kerajaan beta.

Begitu juga beta tidak lupa merakamkan ucapan yang sama kepada seluruh ahli jawatankuasa sambutan, sama ada di peringkat daerah atau kebangsaan, atas usaha mereka yang gigih pada menjayakan Sambutan Hari Ulang Tahun beta ke-63 tahun ini.

Semoga Allah jua yang akan membalas dengan limpah rahmat-Nya kepada mereka.

Sekian, Wabillahit Taufeq Walhidayah, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Source: Press Room, Jabatan Penerangan)

Titah KDYMM Di Mesyuarat Khas Majlis Bencana Kebangsaan Isnin - 13.07.2009

TITAH KDYMM DIMESYUARAT KHAS MAJLIS BENCANA KEBANGSAAN
ISNIN - 13.07.2009

Alhamdulillah, buat julung-julung kali beta dapat duduk bersama-sama dengan ahli-ahli Majlis Bencana Kebangsaan. Majlis ini sebenarnya berperanan amat penting, ia bukan setakat untuk menerima dan mendengarkan laporan-laporan daripada ahli-ahli sahaja tetapi seharusnya juga memikir dan melakar apa-apa yang patut dibuat berbangkit dengan kejadian-kejadian atau isu-isu semua yang berlaku. Inilah peranan Majlis Bencana Kebangsaan. Bahkan pada hemat beta ia juga patut lebih kehadapan lagi untuk melihat apa-apa yang belum berlaku tetapi mungkin berlaku pada bila-bila masa, boleh berlaku seperti misalnya kalau berlaku keganasan, terrorism, berlaku tsunami atau gempa bumi kepada Brunei. Semoga dijauhi oleh Allah. Apa langkah yang patut dirangka, apa persediaan kita. Kita jangan ketawakan perkara ini. Di Brunei jarang berlaku banjir besar tetapi baru-baru ini berlaku. Air sampai naik kekawasan-kawasan yang belum dinaiki sebelumnya. DiBrunei tidak pernah berlaku tanah susur, tetapi baru-baru ini berlaku banyak rumah dan bangunan yang rosak, malah ada nyawa yang terkorban. Semua ini meminta kewaspadaan kita, jangan tunggu berlaku baru hendak kakai-kakai, itu tidak betul. Kita sekarang dilanda oleh pendamik Influenza A H1N1, suatu musibah global yang menakutkan, kerananya banyaklah aktiviti sosial turut terganggu. Diantaranya majlis-majlis perayaan dan sambutan hari keputeraan beta juga terpaksa di tangguhkan. Namun kita percaya semangat 15 Julai tetap hangat dan berkobar-kobar.

Menyebut tentang hari keputeraan ini, beta amat berterima kasih pada semua pihak yang turut terlibat mengadakan persiapan-persiapan sambutan dan perayaan didalamnya. Sambutan dan perayaan adalah biasa diungkayahkan oleh kerajaan, swasta mahu pun pihak-pihak persendirian. Beta amatlah menghargai usaha semua pihak tersebut.Cuma disini ingin beta mengulas sedikit tentang inisiatif dipihak kerajaan. Adalah tidak semuanya menggembirakan. Ia kelihatan seperti banyak membebankan kepada masyarakat. Jawatankuasa perayaan akan membuat rancangan besar tetapi dengan melobi secara bersungguh-sungguh orang ramai supaya menderma yang target terutamanya ialah syarikat besar. Siapa yang tampil menderma akan diberikan publisiti, akan diadakan majlis bagi menerima derma-derma tersebut dan tidak habis setakat itu keluar pula beritanya didalam media, akhbar dan televisyen. Yang muncul menerima derma adalah menteri atau pegawai tinggi yang lain, seolah-olah hari keputeraan itu dijadikan medan untuk melobi derma. Yang beta persoalkan adakah cara ini wajar atau pun tidak iaitu melobi dan berkempen supaya orang berlumba-lumba menderma untuk hari keputeraan. Dalam makna hari keputeraan itu dijadikan sebab, dijadikan alat untuk menarik orang supaya menderma supaya berduyun menderma. Beta yakin dengan menggunakan nama hari keputeraan memanglah boleh belurih. Tetapi soalnya, adakah ia wajar, adakah semua orang ikhlas atau pun terpaksa. Ini semua perlu dilihat dan dihalusi bukan terus-terus saja laju jadikannya routine dan trend, kekal pada setiap tahun. Terus terang saja beta tidak gemar hari keputeraan dijadikan alat untuk menarik derma untuk melonggok-longgok derma. Apa tidak cukupkah sumber peruntukkan yang ada? Hendak cari meriah macam mana lagi. Hendak cari besar macam mana lagi? Beta bukan suruh membazir. Bukan suruh menyusahkan rakyat yang penting bagi beta, sambutan berjalan dengan sempurna, cukup. Ini kita sampai berabis. Buat rancangan besar-besar ada masanya kita buat dulu, peruntukan kemudian kira. Apabila projek sudah jalan maka syarikat pun minta dibayar. Tetapi ada yang tidak terbayar. Akhirnya kerajaan juga diminta membayar, bukan bencanakah ini namanya?Bencana membebankan kerajaan dan sekali gus menyusahkan rakyat.

Berbalik kepada Influenza A H1N1, W-H-O pada 11hb. Jun 2009 telah mengisytiharkan Influenza A H1N1 ini sebagai pandemik yang menghendaki semua negara supaya mengambil langkah-langkah berwaspada daripada penularan jangkitan. Kita di Brunei tidak terkecuali dari menyahut saranan itu. Kita dari masa kesemasa telah dan sedang mengambil langkah-langkah pencegahan namun kes terus meningkat dan terdapat satu kematian.

Usaha mencegah kita lebih menjurus pada nasihat-nasihat belaka seperti menjaga kebersihan, mengurangkan aktiviti sosial, kuaratin 7 hari bagi rakyat yang baru balik daripada luar negeri. Namun itu semua cuma nasihat umum. Ada pun langkah yang diyakini, langkah yang paling penting seperti menegah buat sementara rakyat daripada ......... negeri-negeri yang terjejas, lebih-lebih lagi yang terjejas teruk tidak pernah dibuat atau difikirkan sehingga keluar surat-surat keliling JPM bilangan 4/2009 tarikh 7 July 2009. Tetapi sebelum ini ada kementerian-kementerian atau jabatan masih terus menghantar pegawai-pegawai keluar negeri termasuk negeri-negeri yang terjejas walaupun ada diantara pegawai itu kabar-kabarnya yang memberi pandangan jangan dulu menghantar kerana disamping boleh membahayakan diri pegawai-pegawai sendiri juga apabila balik kelak akan membahayakan juga orang lain seperti kawan-kawan sepejabat dan lebih-lebih lagi keluarga dirumah masing-masing.Namun jawapan daripada ketua pejabat tidak boleh, mesti pergi juga selama mana JPM belum mengeluarkan surat keliling mengenainya. Ini yang beta tidak gemar mendengarnya, ketua-ketua pejabat yang ada bekerja macam robot, tidak ada budi bicara langsung. Semua tahu arahan semata-mata. Kalau tidak ada arahan tidak membuat, walau pun didalam peraturan mereka ada mandat membuat pertimbangan-pertimbangan tertentu dan mengambil langkah-langkah munasabah lebih-lebih lagi yang berkaitan keselamatan dan kebajikan anak buah disamping kita menangani wabak ini dengan cara-cara biasa yang dipandu oleh pihak kesihatan. Kita selaku bangsa yang yang bertauhid juga menangani dengan doa, dengan Qunut Nazilah dan sembahyang hajat. Kita semua tahu cara ini kerana itulah kita membuatnya. Ia merupakan senjata kerohanian yang sangat-sangat digalakkan oleh ugama. Lagi banyak doa, banyak berzikir dan banyak sembahyang hajat, lagi baik. Lebih-lebih lagi setelah kita seperti kehilangan daya upaya dimana kawalan berbentuk fizikal seakan-akan tidak berkesan langsung dengan kes terus bertambah, maka bukankah wajar kalau usaha kerohanian itu lebih kita gandakan lagi tetapi apa yang beta lihat tidak ada usaha peningkatan kearah ini. Sembahyang hajat dimasjid-masjid pada hari Jumaat tidak sehangat yang diharapkan. Qunut Nazilah juga cuma cuma tahan-tahan pada hari Jumaat saja. Pada hal ia boleh dibuat pada lain-lain waktu sembahyang fardhu juga tidak ada pimpinan dan galakkan pada orang ramai untuk membaca doa dan zikir banyak-banyak.

Pegawai-pegawai ugama sangat ramai tetapi seorang pun tidak muncul untuk mengendalikan rancangan khas di radio dan di televisyen bagi memberitahu dan memimpin orang ramai tentang kepentingan doa dan berzikir sebagai usaha melindungi negara daripada wabak.Jenuh beta menunggunya padahal kementerian cukup besar mampu untuk membuatnya tetapi tidak dibuat. Kita tidak juga mendapati di kaca-kaca tv sebarang pengetahuan atau pemberitahuan misalnya do wirid dan ini zikir bagus untuk dibaca pada masa ini da seumpamanya. Apakah ini mahu menunggu beta juga. Akhir sekali sekolah-sekolah sekarang mula buka. Tapi belum kedangaran satu initiatif untuk membawa kanak-kanak sekolah sebelum mereka itu memasuki kelas untuk membaca atau mengaminkan doa memohon supaya dihindarkan dari bencana wabak. Apa susah sangatkah perkara ini dibuat. Padahal orang-orang ugama, beta percaya sedia mengetahui bahawa kanak-kanak yang belum berdosa doa mereka sangat mustajab. Apakah perkara ini pun tidak terpikir, beta ingin menyebut contoh kekurangan besar yang barangkali jarang terfikir iaitu bencana kekurangan bahan makanan. Siapakah yang terfikir ini, siapakah yang tampil dengan memikirkan dengan serious berapa lama sudah merdeka tapi hasil sara siri bahkan makanan asasi cuma 3.12 peratus saja seperti tidak ada apa dibuat. Dan yang pernah menyebut tentang 3.12 peratus ini. Siapakan yang pernah menghighlight angka keramat ini dikalangan menteri-menteri, tidak ada. Mengapa tidak pernah dihighlight? apakah kerana kita takut untuk merancang dan membuat sehingga beta sendiri yang terpaksa menyebutnya berulang kali dan dengan kehendak Allah tiba-tiba berlaku pula krisis makanan dunia sedang kita masih hanya cuma 3.12 peratus saja hasil makanan sendiri. Bayangkan pehak-pehak pembekal tidak mahu membekal disebabkan krisis ini atau lain-lain sebab. Beta terpaksa menyebut negara jiran sebagai contoh bahawa negara tersebut walaupun sudah ada didalam tanganya tujuh puloh peratus tetapi masih saja terus merancang sampai ketahap seratus peratus betapa kita cuma ada 3.12 peratus ini. Selepas beta berkali-kali menyebut perkara ini, kementerian yang berkenaan pun baru bangun menyahutnya. Dan alhamdulillah sajuk jua hati mendangar apa bila diberitahu pada tahun 2010, kita akan capai tahap sara diri dua puloh peratus, manakala menjelang 2015 akan meningkat ketahap enam puloh peratus. Inilah cara bagaimana kita bersiap-siap untuk menolak bencana kekurangan makanan dengan beginilah hendaklanya kita mesti melihat sesuatu dengan vision dan kerja keras bukan semata-mata main tunggu dan lihat saja.


Enam bulan yang lalu beta telah menghadir majlis ugama beta telah timbulkan perkara baki wang zakat. Zakat itu sampai mencecah lebih sertus lebih juta ringgit yang beta muskil bagaimanakah berlebih sampai begitu banyak. Apa makna baki atau lebih ini metilah maknanya wang lebih yang tinggal sesudah ianya sempurna diagihkan kepada asnaf-asnaf yang berhak atau dalam makna lain ia dipanggil baki itu adalah kerana tidak ada lagi asnaf yang berhajat sebab itulah ia berbaki dan sampai disimpan dengan jumlah yang sangat besar didalam bank atau dilaburkan adakah betul asnaf yang masih berhajat yang berhak menerima zakat dalam perkara ini beta telah menumpukan perhatian kepada tiga asnaf yang penting iaitu fakir, miskin dan penanggung hutang al-Gharimin. Apa benarkah tidak terdapat lagi asnaf fakir miskin dan al-gharimin di Brunei ini. Jawapanya mereka itu masih saja ujud. Jadi kalau masih ujud bagaimana baki atau lebihan zakat itu boleh ada dan malah dalam jumlah yang banyak pula.

Mengapa beta timbulkan perkara ini ialah kerana disamping berbangkit perkara ...zakat wajib diberikan kepada yang berhak dan tidak boleh ditahan-tahan juga adalah kerana mengingatkan bahawa kemiskinan kalau silap-silap akan boleh membawa seseorang kepada bencana. Tidakah pernah kita mendengar orang melakukan berbagai jenayah kerana kemiskinan orang membunuh diri kerana kemiskinan dan malah orang menukarkan ugama kerana kemiskinan apakan ini bukan musibah besar begitu juga orang berhutang macam-maca perkara boleh berlaku keatas mereka sebab itu lah mengapa hikmah mengapa Allah memasukan mereka kedalam asnaf yang berhak menerima zakat alhamdulillah zakat ini majlis ugama islam baru saja meluluskan untuk melunaskan tunggakan hutang bagi seramai seratus sembilan puluh orang al-gharimin saja dibawah skim rangcangan perumahan negara, skim kurnia rakyat jati, skim perumahan kampong sungai bunga dan skim perumahan yayasan sultan haji hassanal bolkiah sebanyak dua juta tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus tujuh puluh lima dan lima puluh empat sen hanya dua juta lebih. Orang-orang sepatutnya menerima boleh jadi diBrunei al-gharimin yang mana duit yang tinggal pada masa ini masih ada lima puluh juta lagi jadi kita jangan silap tentang tafsiran bencana itu, bencana bukan saja banjir, bukan saja tanah susur, bukan saja flu babi malah macam-macam lagi. dalam bidang pentadbiran dan pengurusan baru-baru ini majlis ugama islam telah membuat keputusan yang bagus lagi penting memutuskan satu garispandu menghantar pegawai-pegawai dan kakitangan keluar negeri, keputusan diambil kerana terdapat disebahagian kementerian atau jabatan yang tidak peka dengan kebajikan anak buah mereka apa bila menghantar pegawai dan kakitangan mereka keluar negeri, mereka menghantar pegawai dan kakitangan itu berseorangan seorang diri bagi menghadiri mesyuarat-mesyuarat atau seminar dan seumpamanya perkara ini hanya terkena kepada pegawai bawahan manakala kalau pengarah keatas terutama jika menteri dan timbalan menteri mereka itu pasti akan disertai oleh ramai pegawai dan kakitangan dan boleh jadi ditangani dengan kakitangan kedutaan. Apa tujuan beramai-ramai ini ialah untuk mendangani untuk membantu jika ada keperluan.

Dan juga untuk dibawa berunding itu alasan bagi ketua-ketua itu membawa pegawai dan kakitanganya. jadi pegawai-pegawai bawahan apakah tidak ada keperluan seperti ini maknanya mereka kita arahkan dengan sewenang-wenangnya untuk belayar seorang diri saja bila tida diketahui oleh kedutaan-kedutaan apakah betu kenyataan ini. Matangkah idea-idea ketua-ketua membuat keputusan seperti ini. Beta rasa iadalah idea yang tidak matang bahkan tidak syak lagi idea yang mementingkan diri idea tidak perihatin kepada anak buah idea kurang pemedulian dan tidak berstatus pemimpin. Beta tidak nampak rasional menghantar seorang diri itu berbanding dengan resiko buruk yang mungkin wujud . Cuba kita lihat kalau dia itu perlu bantuan-bantuan yang akan membantunya, kalau dia perlu berunding siapakah yang akan membawanya berunding kalau dia susah siapa yang akan turut mengirakan kesusahan dan kalau ia sakit bagaimana pula?. Itu dia diantara bencana-bencana yang mungkin menimpa kepada pegawai-pegawai atau kakitangan yang dihantar berseorangan dan dari segi kerugian kepada pehak kerajaan pula.

Jika pegawai misalanya dihantar untuk sesuatu persidangan, seminar dan lain-lain maka siapakah dia akan dapat merujuk bertukar fikiran terutama jika berbangkit perkara-perkara dasar atau polisi kerajaan tidak terlintaskah perkara ini seperti ini dikepala pentadbir dan pengurus-pengurus kita yang berpangkat tinggi itu sesuatu perkara satu lagi kalau yang dihantar itu seorang diri itu ialah pegawai atu kakitangan perempuan atau dihantar dua orang beradik seorang pegawai lelaki dan seorang pegawai perempuan yang bukan muhrim ini lebih teruk lagi dari segi ugama. Dimanakah Brunei selaku sebuah negara yang kuat ugama tidak mustahil trend yang semacam ini adalah ibarat anai-anai yang merosakan kehidupan rumahtangga sesorang yang bolah menyebabkan orang bercerai berai atau sekurang-kurang memporak perandakan rumah tangga mereka yang terlibat tidak terlintas kepada kepala pentadbir dan pengurus yang bijak sana. Beberapa bulan yang lepas kita sebok dengan sambutan pendidikan negara abad ke 21 SPN 21 macam-macam pendekatan orang mengenainya termasuk yang memujuinya tetapi apabila beta teliti terdapat satu kepincangan yang ketara beta didapati subjek teras compulsory core ada empat semuanya bahasa melayu, bahasa ingeris, mathematic dan sains. Beta cari mana dia subjek Ugama IRK rupa-rupanya ia duduk bersama dalam satu kelompok denga subjek-subjek lain terutama subjek music dan ugama subjek-subjek ini diberi status sebagai wajib pelengkap compulsory complimentary sungguh mengejutkan. Subjek ugama di duduk bersama-sama subjek musik dan drama mengapa ia tidak bersama-sama dengan Bahasa Melayu, Bahasa Inggeris, Mathematic dan Sains sebagai teras mengapa bahasa melayu subjek teras barangkali kerana ia disebut dalam perlembagaan sebagai bahasa rasmi kalau inda alasanya apakah kurangnya ugama islam ia juga rasmi dalam pelembagaan malah hemat beta ia lebih patut jadi teras kerana ia adalah ugama bangsa ugama dari allah yang wajib dipelajari oleh seluruh orang islam jika tidak dipelajarinya jadi dosa kepada mereka dan jadi tanggungan kepada negara. Satu lagi bencanaya subjek ugama disamakan dengan subjek music dan drama ia akan dipelajari kalau dirujuk kepada psychology manusia subjek music dan drama akan lebih kalau lebih diminati dan lebih laku lebih diminati dan lebih dihayati yang lain-lain sementara subjek ugama pula pasti akan ketinggalan dibelakang tidak kah ini munasabah dan musibah yang lain. Tidakah ini musibah tidak akan ada pilihan bagi semua orang melainkan mesti belajar music dan drama tidak kira anak siapa juga ...orang ugama atau pun bukan mesti belajar music dan drama dan natijahnya masa depan Brunei akan jadilah ia pentas music dan drama. Dinegara lain belum pernah terjumpa... jadi ada satu dua yang mana mewajibkan music dan drama tidak kah ini satu bencana atau ...Dimanakah wawasan kita untuk melahirkan generasi al-quran kalau digangu dengan teruknya oleh music dan drama..sekian.

Source: official website of the Prime Minister's Office http://www.jpm.gov.bn/

Sunday, July 5, 2009

HM's birthday celebrations postponed

BY the command of His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam all events and ceremonies in conjunction with His Majesty's 63rd birthday have been postponed as a precautionary measure against the Influenza A (H1N1) pandemic.

This was announced yesterday by Minister of Home Affairs Pehin Orang Kaya Johan Pahlawan Dato Seri Setia Hj Adanan Begawan Pehin Siraja Khatib Dato Seri Setia Hj Md Yusof, who said that His Majesty's titah stated that such steps were taken to prevent further spread of the pandemic, maintain public safety, health and peace in the country.

However, mass Maghrib and Sunat Hajat prayers, the recital of Surah Yassin, Tahlil and thanksgiving prayers will be held as scheduled on July 14 (Tuesday afternoon), with the main gathering at Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah Mosque followed by other mosques and religious centres throughout the country.

During the press conference, the Minister of Home Affairs did not specify when the birthday celebrations would resume.

Wednesday, March 18, 2009

Rang Undang-undang 2009

Rang Undang-Undang
digelar

Suatu Akta untuk membekalkan sejumlah wang dari Kumpulan wang Yang Disatukan
bagi perkhidmatan tahun kewangan 2009/2010, dan untuk memperuntukkan wang yang tersebut itu bagi maksud-maksud tertentu.

BND4,985,785,600.00 (empat ribu sembilan ratus lapan puluh lima juta, tujuh ratus lapan puluh lima ribu, enam ratus ringgit Brunei) diperuntukkan dari kumpulan wang yang disatukan bagi perkhidmatan tahun kewangan negara bagi Tahun kewangan 2009/2010.

Fokus belanjawan bagi tahun kewangan 2009/2010 ialah:

- Pertahanan & Keselamatan awam

- Kesejahteraan Sosial dan Pembasmian Kemiskinan

- Keselamatan Bekalan Makanan Kebangsaan

- Perkembangan & Pengukuhan Sektor Swasta

- Human Resource Development dan Capacity Building (Pembangunan sumber manusia & Pembangunan Kapasiti)

Reference: Pelita Brunei online, 17 Mac 09

Friday, January 2, 2009

Public holidays in 2009

January
New Year

- Thursday, 1st January 2009

Chinese New Year
- Monday, 26th January 2009
February
Brunei Darussalam 25th National Day
- Monday, 23rd February 2009
March
Prophet Muhammad (PBUH) Birthday
Anniversary
- Monday, 9th March 2009
June
Royal Brunei Armed Forces Day - Monday, 1st June 2009
(In substitution for Sunday 31st May 2009)
July

His Majesty The Sultan and Yang
Di-Pertuan of Brunei Darussalam's
63rd Birthday

- Wednesday, 15th July 2009

Isra Mikraj - Monday, 20th July 2009*
August
1st Day of Ramadhan 1430 - Saturday, 22nd August 2009*
September
Nuzul Al-Quraan
- Monday, 7th September 2009*
Hari Raya Aidil Fitri

- Monday, 21st september 2009
(In substitution for Sunday, 20th September 2009) &
Tuesday, 22nd September 2009*

November
Hari Raya Aidil Adha
- Saturday, 28th November 2009
(In substitution for Friday, 27th November 2009)
December
1st Day of Muharram 1431
(New Islamic Calendar)
- Saturday, 19th December 2009
(In substitution for Friday, 18th December 2009)
Christmas Day - Saturday, 26th December 2009
(In substitution for Friday, 25th December 2009)

*Subject to changes